• $arrContentBlog[$strFieldPre.'_title']
  • $arrContentBlog[$strFieldPre.'_title']

Penggunaan Material Geosintetik Untuk Perkuatan Lereng

29 April 2021

Dalam pembangunan jalan baru, karena pertimbangan tertentu, seperti; Biaya urugan, ruang pembebasan tanah dll, mengharuskan pembangunan timbunan dengan kemiringan lereng tertentu.Penulangan lereng timbunan dapat dilakukan guna membangun lereng dengan kemiringan yang lebih tajam dibandingkan dengan tanpa tulangan. Walaupun, tanah pondasi bawah timbunan kuat, namun lereng timbunan mungkin tidak stabil pada kemiringan lereng yang dikehendaki. Dalam perencanaan lereng bertulang, Elias et al (2001) menyarankan.

  • Untuk lereng tanah bertulang dengan kemiringan <70ᵒ, dalam perancangan cocok digunakan teori stabilitas lereng, walaupun secara teknis cara tersebut juga bisa digunakan untuk lereng yang kemiringannya lebih tajam.
  • Untuk lereng dengan sudut kemiringan >70ᵒ dapat diidentifikasikan sebagai dinding (wall) dan hitungan perancangan dilakukan menurut teori tekanan tanah lateral.

Geotexstile dapat dipasang dengan panjang yang sama, atau berbeda beda. Secara tipikal, umumnya  geotextile yang dipakai panjangnya sama, namun geotextile juga dapat dipasang selang seling dengan panjang berbeda. Geotextile yang lebih pendek berfungsi sebagai tulangan sekunder. Tulangan lebih pendek ini berguna untuk mengatasi problem tingkat kepadatan tanah di bagian pinggir lereng timbunan yang biasanya sulit memenuhi syarat. Selain itu,tulangan sekunder ini juga berguna untuk mengurangi longsoran lereng dangkal, bila jarak vertikal tulangan geotekstil besar. Fungsi lain dari geosintetik yang diletakkan di pinggir timbunan adalah untuk memberikan tahanan lateral memungkinkan tanah urug dapat dipadatkan dengan kepadatan lebih tinggi dibandingkan dengan tidak ada tulangan. Perkuatan lereng juga memungkinkan alat pemadat yang bekerja dipinggir aman, selain itu, tulangan juga mereduksi erosi lereng dan pelunakan akibat air hujan.

Penanganan Longsor Pada Lereng

Perancangan lereng tanah bertulang membutuhkan analisis yang cermat, karena putus atau tercabutnya tulangan akan mengakibatkan longsornya lereng. Aplikasi geosintetik untuk penulangan lereng landai umumnya meliputi ;

  • Pembangunan timbunan jalan raya baru
  • Sebagai jalan alternatif untuk menggantikan dinding penahan
  • Pelebaran jalan di daerah timbunan
  • Perbaikan lereng yang longsor
  • Pembangunan jalan sementara untuk pelebaran
  • Pembangunan tanggul permanen dan bangunan pengendali banjir sementara
  • Pembangunan timbunan dengan tanah berbutir halus yang basah
  • Penstabil lereng hulu dan hilir bendungan, dan menambah tingginya

Perancangan Perkuatan Lereng

Syarat perancangan lereng yang diperkuat dengan tulangan pada prinsipnya sama dengan lereng tanpa tulangan, yaitu faktor aman harus memenuhi, baik dalam kondisi jangka pendek maupun jangka panjang untuk semua model keruntuhan. Dalam perancangan, struktur timbunan dianggap sebagai struktur permanen bila umur rancangan lebih besar dari 3 tahun. Perancangan lereng timbunan dianggap kritis bila ;

  • Akibat dari runtuhnya lereng yang mengakibatkan korban atau kerusakan permukiman yang signifikan
  • Terdapat gaya tarik termobilisasi dalam tulangan pada umur rancangan struktur
  • Keruntuhan tulangan mengakibatkan runtuhnya struktur

Lereng bertulang umumnya dianalisis dengan menggunakan metoda stabilitas lereng yang didasarkan pada teori kesetimbangan batas. Beberapa program komputer tersedia untuk hitungan perancangan, model model keruntuhan lereng bertulang dapat dibagi menjadi 3 tipe

  • Keruntuhan intern, keruntuhan timbunan dengan bidang longsor yang melewati elemen elemen tulangan
  • Keruntuhan ekstern, keruntuhan timbunan dengan bidang longsor yang melewati bagian belakang dan dibawah zona tanah bertulang
  • Keruntuhan komposit, keruntuhan dengan bidang runtuh lewewat di belakang dan di dalam zona tanah bertulang

Jenis longsor atau tipe runtuhan