• $arrContentBlog[$strFieldPre.'_title']

Perencanaan Lapisan Geosintetik Pada Landfill atau TPA

20 May 2021

Ada banyak regulasi yang terkait dengan pemasangan TPA (Tempat Pemrosesan Akhir). Misalnya pada saat merencanakan tempat pembuangan akhir sampah kota. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi diantaranya adalah; pemantauan air tanah, penutupan dan perawatan pasca penutupan, serta jaminan/garansi pemasangan. Di Indonesia ada beberapa undang undang yang mengatur tentang penyelenggaraan pelaksanaan sarana TPA. Peraturan itu tertuang di dalam Permen PU no 03/PRT/M/2013, UU no 18 tahun 2008, PP no 81 tahun 2012 dan SNI 19-3241:1994. Secara umum, semua peraturan bermuara pada satu fungsi penting yang harus dibangun di semua TPA yaitu pengurugan.

Pemantauan air tanah juga penting untuk memastikan bahwa lindi TPA tidak mencemari air tanah. Liner geosintetik adalah salah satu alat yang terbaik yang dapat digunakan oleh engineer untuk menahan pengurugan TPA. Dalam artikel ini, kita akan membahas beberapa kategori TPA dan kemampuannya, pengaruh lokasi TPA terhadap desain dan cara memilih liner TPA untuk pekerjaan tersebut.

Hal pertama yang harus dilakukan untuk merencanakan pemasangan liner pada TPA adalah menentukan jenis TPA yang diperlukan. Setiap jenis TPA mempunyai peraturan yang berbeda beda misalnya, ada beberapa peraturan untuk membuat tempat pembuangan sampah untuk menampung limbah tidak berbahaya atau limbah berbahaya. Serta ada juga peraturan/pedoman untuk membuat tangki penyimpanan bawah tanah. Untuk TPA sampah kota ada beberapa kriteria perencanaan diantaranya adalah pembatasan lokasi, kriteria operasi, kriteria design,pemantauan air tanah, penutupan dan perawatan pasca penutupan serta persyaratan keuangan/Rencana Anggaran Biaya. Kriteria design menguraikan beberapa spesifikasi liner diantaranya adalah jenis liner, ketebalan dan persyaratan pemasangan.

Hubungi kami untuk informasi pekerjaan lining HDPE Geomembrane.

Liner, yang disebut sebagai liner komposit dalam kriteria design adalah sistem yang terdiri dari flexible membrane liner dan lapisan tanah yang dipadatkan setinggi 0,5-0,6 m dengan konduktivitas hidrolik tidak lebih dari 0,0000001 cm/detik. Komponen flexible membrane liner dapat dibuat dengan bahan HDPE dengan ketebalan minimal 1,5 mm (Bisa dipesan disini).

Ada faktor lain yang dapat mempengaruhi desain TPA. Misalnya, karakteristik hidrogeologi yang mengacu kepada aliran air tanah, kualitas air tanah dan arah aliran dari air. Daerah TPA tidak boleh mempunyai muka air tanah kurang dari 3 meter, tidak boleh kelulusan tanah lebih besar dari 0,0000001 cm/det, jarak terhadap sumber air minum harus lebih besar dari 100 meter dihilir aliran. Dengan memahami karakteristik hidrogeologi di sekitar area TPA, maka kita dapat membuat sistem pemantauan air tanah sesuai dengan peraturan/standar yang berlaku. Selain itu, faktor alam seperti kondisi iklim, geografis juga mempengaruhi desain itu sendiri. Daerah bencana banjir tahunan/cagar alam. Tidak boleh pada daerah lindung/cagar alam dan daerah banjir dengan periode ulang 25 tahun,

Desain TPA dapat dipengaruhi oleh fitur lanskap seperti lereng yang curam maka dari itu, kemiringan  zona harus kurang dari 20%. Ketersediaan tanah liat di dekatnya, dan komposisi tanah dasar di lokasi. Jika komposisi tanah liat tidak mumpuni, maka bisa menggantinya dengan Geosynthetics Clay Liner atau GCL.

Beberapa contoh pembangunan Sanitary Landfill;

Sanitary Landfill atau TPA

Pembangunan Sanitary Landfill TPA

#tpa #landfill